Sejarah Lotere

Lotere adalah permainan result china peluang yang menawarkan hadiah uang kepada orang-orang yang mencocokkan serangkaian angka atau simbol. Permainan ini memiliki sejarah panjang, dengan contoh yang berasal dari zaman Alkitab. Lotere juga digunakan di Amerika kolonial untuk mendanai proyek infrastruktur seperti pengaspalan jalan, pembangunan dermaga, dan pembangunan gedung di Harvard dan Yale. Saat ini, lotere merupakan sumber pendapatan penting bagi banyak negara bagian.

Lotere adalah permainan populer di kalangan pemain dari segala usia. Mereka yang berusia dua puluhan dan tiga puluhan adalah pemain yang paling sering, dengan sekitar 70% dari mereka bermain dalam setahun. Namun, jumlah permainan lotere menurun secara signifikan pada kelompok usia yang lebih tua. Angka ini sangat rendah untuk mereka yang berusia lima puluhan dan enam puluhan, dengan hanya sekitar dua pertiga dari mereka yang bermain dalam setahun.

Pemenang dapat memilih untuk mengambil hadiah mereka sekaligus atau menerimanya dalam cicilan tahunan, yang dikenal sebagai pembayaran anuitas. Opsi pertama biasanya menghasilkan jumlah total yang lebih rendah daripada jackpot yang diiklankan, tetapi memungkinkan pemenang untuk mulai menginvestasikan pembayaran mereka segera dan mendapatkan keuntungan dari bunga majemuk. Anuitas juga dapat bermanfaat untuk tujuan perpajakan, karena kemenangan biasanya dikenakan pajak penghasilan di sebagian besar negara bagian.

Meskipun pengundian untuk menentukan nasib memiliki catatan panjang dalam sejarah manusia (termasuk beberapa contoh dalam Alkitab), lotere modern berasal dari masa yang lebih baru. Lotere pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat oleh penjajah Inggris, tetapi sebagian besar negara bagian melarangnya setelah Perang Sipil. Lotere negara bagian New Hampshire adalah yang pertama kembali, dan akhirnya menyebar ke seluruh negeri. Saat ini, lotere legal di 45 negara bagian dan menawarkan cara yang aman dan sah untuk mengumpulkan dana untuk kebutuhan publik.